Buku terbaru gue! Catatan Akhir Kuliah (CAK) Wisuda sekale, revisi berkale-kale? Klik gambar untuk katalog. Keep Calm and Graduate 2014. Klik gambar untuk katalog. You'll Never Graduate Alone. Klik gambar untuk katalog.

New Post

Rss

13 April 2014
no image

Gue dan Ujian Nasional

Saat ini lagi hari-harinya menjelang UN, yang jadi hari rempongnya adek-adek SD, SMP & SMA. Tentunya suasana UN begini juga jadi hari rempongnya mahasiswa yang dulu suka koar-koar pengen lulus skripsinya diganti UN aja. Nah, UN-nya udah ada tuh, nggak ikutan? #pft

Ngomong-ngomong soal UN, gue punya cerita ketika pas SMA dulu menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional.

Waktu SMA -nyombong dikit, gue adalah siswa yang cukup berprestasi. Bisa dibilang, gue adalah temen andalan bagi ratusan siswa yang mengalami kesulitan ketika menghadapi ujian sekolah, ujian nasional, juga ujian hidup.
"Psst, Sam, nomer 1-40 jawabannya apa?", bisik temen gue, nggak tau diri.
"Bentar. Tolong dengerin, terus langsung tulis ya?"
"Oke, pelan-pelan ya Sam, nanti ketauan."
"Dengerin nih, jawabannya: kanan - kanan - kiri - kotak - bawah - segitiga - bulet - kanan - kiri - atas.
"..."
Sering merasa aneh sendiri. Pas SD, SMP, SMA, gue adalah murid berprestasi, tapi pas kuliah jadi mahasiswa depresi. Nggak jarang juga gue dicengin sebagai mahasiswa bego. Yah, sebenernya bukan bego juga sih, gue cuma bosen jadi orang pinter, mau merasakan nuansa baru. Iya, gue lagi curhat.

Kembali ke masa lalu,
Masih inget pas kelas 3 SMA dulu, seminggu sebelum UN berlangsung, anak-anak bukannya belajar yang tekun, ini malah nyari contekan -jual beli kunci jawaban. Demi sebuah ijazah kelulusan, murid satu sekolah bisa kompak ngumpulin uang puluhan juta, padahal setiap hari kerjanya tawuran.

Dan, entah gimana caranya, ada temen yg punya kenalan oknum dinas pendidikan yang ngejual kunci jawaban. Alhasil, transaksi itu tidak bisa terelakkan, alah.

Strategi pencapaian kelulusan pun dilakukan, ada pembagian kerja untuk mensukseskan semua murid lulus 100%. Pihak guru enggak ada yg tau kalo muridnya begitu kompak membuat tim sukses begini.

Sebagai siswa SMA yang cerdas, polos, dan imut, temen-temen sepakat ngajak gue ikutan di tim sukses ini.
"Sam, bantuin kita ya? Elo nggak tega kan kalo cuma elo yg lulus sendirian? Kasihanilah kami Sam.", temen-temen bersujud sambil mencium kaki gue.
"Baik, berdirilah. Kita akan berjuang bersama.", soknya gue.
Gue enggak terlibat dalam proses transaksi jual beli, tapi gue dilibatkan sebagai orang yang memastikan 'apakah kunci jawaban yang dibeli, sesuai dengan lembar soal yang asli atau tidak'.

Nasib kelulusan ratusan siswa di sekolah ini, ada di tangan gue. Gue emang hebat. 

----

Hari-H UN pun tiba. Sesuai kesepakatan, setelah Mbig (ketua tim sukses) dapet kunci jawaban dari pihak oknum, kunci jawaban itu dijarkom via SMS ke penanggung jawab kelas di seluruh kelas di sekolah.

Untuk urusan kelulusan, siswa SMA adalah spesies akademisi yang menjunjung tinggi nilai persahabatan. Walaupun caranya busuk, mereka tetep enggak mau temennya gagal lulus ujian. Sangat berbeda dengan mahasiswa, kalo ada temennya lulus duluan, tanpa merasa berdosa mereka suka bertanya, "Elo kapan nyusul?", busuk banget.

UN hari pertama berlangsung jam 8 pagi. Tim inti udah kumpul jam 5 pagi. Kita kumpul di rumah Mbig yang kebetulan deket dari sekolah. Di sana, kita semua briefing mengatur strategi.

Suasananya seperti perang kemerdekaan, senjata kita adalah pensil runcing, mirip-miriplah kayak bambu runcing. Ada hal yang horrible abis, saking takutnya nggak lulus, Derry malah nambahin solat subuh dari 2 rokaat jadi 8 rokaat, katanya biar doanya makin makbul,
"Sam, nanti kalo gue dapet kuncinya bakal gue forward ke PJ kelas."
"Oke, terus tugas gue apa?"
"Oiya, elo udah belajar kan?"
"Hmm... udah sih."
"Gud job, nanti kunci jawabannya bakal gue kasih ke elo juga."
"Terus?"
"Nanti pas ujian berlangsung, elo pastikan kunci jawaban itu bener, kerjain aja 1-10 soal."
"Lalu?"
"Kalo elo merasa kunci jawaban dan soal UN-nya SAMA, tolong kasih kode ke gue. Oke?"
"Oke, kodenya apa?"
"Hmm... elo salto-salto di depan kelas."
"Se..serius?"
"Enggak sih. Apa ya? Gue juga enggak mikir ke situ.", Mbig gue keplak.
"Gini deh, kalo jawabannya bener, gue bakal pura-pura ngeraut pensil di depan kelas, kalo jawabannya enggak sama, gue bakal gelar sajadah buat solat tobat berjamaah. How?"
"Bo...boleh boleh.", temen-temen sekelas menganga maksimal. Derry nambah lagi solat subuhnya 10 rakaat.   
Kita masih menunggu SMS kunci jawaban soal, semuanya panik karena takut ditipu, berhubung udah abis puluhan juta, kalo ternyata kunci jawaban enggak ada, uang hilang, kesempatan lulus pun melayang.

Beberapa menit kemudian,
"Titit, titit." (Ini suara SMS hape NOKIA, pelis)
"WOY! Kunci jawaban WOY!", teriak Mbig. Derry yang lagi solat khusyuk dan masih di posisi rukuk, tiba-tiba langsung berhenti solat dan lari nyamperin sumber suara.
"Mana?! Mana?! Serius nih serius?!", tanya salah satu temen gue histeris.
"Ya Tuhan, Engkau menjawab doa hamba-Mu.", kata Derry. 
"Sam, kita mengandalkanmu.", puk-puk Mbig.
Singkat cerita, UN pun berjalan sesuai strategi, kita semua lulus UN dan bahagia untuk selama-lamanya. TAMAT.

----

Kita semua tau, kalo tindakan jual beli kunci jawaban UN itu adalah tindakan yang ilegal, dan sangat tidak baik buat kesehatan dompet, karena harganya mahal.

Walaupun enggak terlibat langsung dalam proses transaksi jual beli kunci jawaban UN SMA dulu, gue jadi merasa bertanggung jawab atas temen-temen gue. Gue khawatir mereka menjadi orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ijazah, gelar, atau jabatan di kemudian hari. Gue sadar, yang gue lakukan salah. "Sadarnya kok baru setelah lulus, nyet?!"

Bakal banyak evaluasi kalo kita berbicara pendidikan. Apalagi kasus UN ini udah terjadi dari puluhan tahun ke belakang dan masih ada sampe sekarang, dan peluang kecurangan sulit terelakkan. Tapi, bisa bahaya juga kalo enggak ada solusinya.
"Jadi, kira-kira solusinya apa Sam?"
"Gimana kalo UN diganti skripsi aja?"

Sumber: ultradragonball.wikia.com
5 April 2014
no image

Skripsi dan Karakter

Tau nggak kalo karakter manusia itu dikategorikan jadi 4, yaitu korelis, sanguinis, melankolis, dan plegmatis.

Ya, manusia emang diciptakan dengan perbedaan, tujuannya biar kita bisa saling mengerti. Jadi, bukan cuma wanita saja yang ingin dimengerti, cowok juga mau dimengerti. Ngerti nggak? Gue juga nggak.

Nah, kali ini gue mau sharing tentang "bagaimana karakter mahasiswa ketika mereka ngerjain skripsinya".

(Ini tulisan repost yang gue edit-edit dikit, maklum lagi butek ide buat update blog, jujur banget ya gue? Makanya gunakan hak pilih kalian! Jangan salah pilih! Pilih aku... jadi jodohmu, alah)

Oke,
Perlu diketahui, selama 4 tahun lebih gue belajar memperdalam ilmu (mengerti karakter dan kepribadian) ini dari seseorang.

Konon (jangan dibalik), ilmu ini adalah sejenis ilmu hitam, ya.. ilmu hitam, soalnya gue belajar ilmu ini pas lagi mati lampu (emang nggak penting), tapi... horror kan? Horror kan ya? Plis donk horror... *semprot baigon

Nah, mau tau kan gimana karakter-karakter mahasiswa kalo ngerjain skripsi? Semoga kamu tertarik mengecek karakter kalian setelah membaca tulisan berikut. Cekidot!

1. Korelis
Orang-orang korelis punya karakter yang membara, menggebu-gebu, semangat (kadang over), dan selalu tegas dalam berbicara maupun menulis.

Nah, biasanya ketika orang korelis membuat skripsi, mereka selalu menggunakan tanda seru (!) dan huruf kapital untuk menunjukkan ketegasannya, misalnya kayak gini,

"PENELITIAN INI DILAKUKAN SELAMA 7 BULAN! YAITU PADA BULAN JANUARI HINGGA JULI 2012! PENELITIAN INI SAYA LAKUKAN SENDIRI! NAMUN! ITU BUKAN KENDALA BERARTI DALAM PENELITIAN! KARENA SAYA HARUS SELALU SEMANGAT! HIDUP MAHASISWA!!!!!!!!"

Ciri khasnya, semua tanda baca selalu diganti dengan tanda seru (!), entah itu buat mengakhiri kalimat, untuk bertanya, atau sebagai tanda jeda. Tegas sekali mereka.

2. Sanguinis
Orang-orang sanguinis punya karakter yang ceria, suka menghibur, rame sendiri, ngggak bisa diem dan suka enggak penting. Kebiasaan itu sering dilakukan entah ketika bicara atau menulis. Misalnya kayak gini,

"Dalam melaksanakan penelitian ini, tidak ada kendala berarti yang dihadapi baik pada saat surveillance maupun saat main research. Pokoknya heboh banget deh, masa ya, pas penelitian ketemu sama responden yang aneh banget, hahahaha. Gue nanya apa, dia jawab apa, hahahaha *LOL. Demikian penelitian ini dilakukan, saran dan masukan yang baik sangat diharapkan sebagai rekomendasi penelitian ini, hahahaha uhuk uhuk hoek hoek *keselek kulit duren."

See? Nggak penting kan?

3. Melankolis
Orang-orang melankolis biasanya punya perasaan yang sensitif, punya kepekaan tinggi, dan emosinya suka meledak, nggak jarang mereka sering curcol. Bahkan saking sensitifnya, kalo dapet revisi dari dosen, pundungnya pasti lama. Gimana kalo mereka bikin skripsi? Mungkin kayak gini,

"Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium jurusan setempat. Pada saat pelaksanaan analisis, kendala teknis sering terjadi. Tau nggak sih? Gue capek banget nunggu alat-alatnya dipake, soalnya alatnya kan terbatas, jadinya ngantri, terus lama deh, belum lagi kalo analisisnya salah, huhuhu. Sedih banget tau nggak? Udah capek, diomelin pula, mau nangis :'( "

Susah ya jadi orang melankolis. Ckckckck

4. Plegmatis
Orang-orang plegmatis adalah orang-orang yang cinta damai, nggak mau pusing, dan easy going, tapi mereka punya satu kendala, yaitu males.

Begitu juga kalo ngerjain skripsi, mereka lebih suka karya yang apa adanya, kalo salah ngetik juga nggak terlalu dipikir pusing, dan kalo dosen lagi ngomel, mereka cenderung cuek,

"Penelitian ini dilakukan di Departemen Pertaian Kabupaten aTsikmalayah, duh salah ketik, yaudah lanjut aja. Penelitian ini dilakukan selama 1 tahun, yaitu dari tahun 2010 hingga 2011. Kendala yang dialami bukanlah kendala yang berarti. Beberapa data hilang karena kelalaian peneliti, hmm.. yaudah sih, nggak penting juga. Demikian penelitian ini yang dilakukan, kalau mau marah, silakan aja."

Easy going banget kan?

----

Begitulah ke-empat tipe karakter mahasiswa ketika ngerjain skripsi. Nggak ada yang bener dan nggak ada yang salah, karena setiap mahasiswa itu unik, asik.

[end]
17 Maret 2014
no image

Surat untuk Calon Presiden

Hallo Bapak calon presiden bangsa ini, apa kabar Pak? Lagi sibuk buat nyapres ya? Saya juga sibuk, sibuk dengan ketidaksibukan. Emak saya juga sibuk, sibuk nanyain saya "Kapan wisuda? Kapan nikah?", perhatiannya ya Pak. 

Oiya, adek saya juga sibuk, sibuk belajar, besok mau UAS. Enggak penting ya Pak? Iya, sama nggak pentingnya kayak kampanye Bapak. Dalem ya Pak? Sumur aer nenek saya juga dalem.

Saya nulis surat ini cuma mau ikut-ikutan sih Pak. Temen saya yg di Riau kemaren ngirim surat juga ke presiden karena kena asap, presidennya malah heboh sama pesawat negara tetangga yg ilang. Padahal pas dosen saya ilang berbulan-bulan, saya biasa aja. 

Bapak calon presiden pasti envy dikasih surat gitu. Iya kan? Ywdc, jangan envy Pak. Nih saya doain, nanti kalo Bapak jadi presiden, semoga banyak dapet surat juga, tapi kalo dikasih surat, suratnya dibales ya Pak? 

Jangan kayak gebetan saya, saya suka ngirim surat ke dia, tapi suka nggak dibales, ketauan PHP-nya kan? Jangan gitu ya Pak? Rasanya sakit banget. Iya Pak, saya emang curhat.

Oiya, kenapa ya, saya suka jijik sama iklan kampanye parpol gitu. Sejijik-jijiknya saya sama iklan, saya lebih jijik kalo nonton iklan kampanye. Mungkin karena pas nonton, saya suka cepirit. 

Saya juga jadi parno sama temen sendiri. Beberapa hari ini, temen-temen saya jadi baek gitu Pak. Mereka jadi suka bikin janji. Sama kayak dosen pembimbing saya. Saya mulai curiga, jangan-jangan mereka ikut nyaleg. Kenapa ya? Orang mau berbuat baek harus bikin janji dulu, harus kampanye dulu.  

Nih, coba saya saranin ya Pak. Saya mewakili perasaan mahasiswa se Indonesia, bahwa, 
KAMI NGGAK BUTUH JANJI, TAPI KAMI BUTUH MAHASISWI! 
... 
Apa?! Bapak butuh mahasiswi juga?! 

Ada saran lagi, kalo nanti Bapak jadi presiden, saran saya nggak usah bikin sosmed deh. Presiden sama Ibu negara yg sekarang udah jadi korban bully gara-gara aktif di sosmed. 

Lagian kan Pak. Biasanya orang yg gaul di sosial media maya, suka nggak gaul sama sosial nyata. Jangan ditiru ya Pak. Ini demi kebaikan Bapak. Tapi kalo Bapak udah terlanjur bikin sosmed, mending akunnya dijadiin lapak buat jualan obat peninggi badan. Kalo boleh saya numpang promote, saya punya produk bagus.

Saran saya keren ya Pak? Santai Pak. Bapak nggak perlu repot-repot ngajak saya berkoalisi, saya nggak tertarik sama jabatan pemerintah. Cuma kalo Bapak mau berterima kasih, saya cuma mau minta satu permintaan, tolong kawinkan saya sama Pevita Pearce. 

Hmm, kayaknya udah dulu saya buat suratnya. Terakhir, saran saya kalo bikin iklan kampanye, kreatif dikit ya Pak. 

Salam, siapa pun pemimpin bangsa ini, semoga dia amanah. Aamiin.
Sam.

Pic by Google

17 Februari 2014
27 Keutamaan Lulus Berjamaah

27 Keutamaan Lulus Berjamaah

"Luluslah berjamaah; pahalanya 27 derajat."
Ternyata nggak cuma sholat aja yang bisa berjamaah, wisuda juga bisa berjamaah. Anjurannya juga sama, "Sholat itu tiang agama. Skripsi itu tiang wisuda." -alah

Lulus berjamaah itu baik, karena dengan begitu, kita termasuk sarjana yang menjauhkan diri dari sifat keji dan munkar -lah?

Kok bisa begitu?
Mari... sedikit gue bahas tentang keutamaan LULUS BERJAMAAH.

Sama halnya dengan solat, wisuda berjamaah itu lebih baik dibanding wisuda sendirian.

Wisuda sendirian di sini punya arti ketika kamu diwisuda, kamu nggak punya temen yang kamu kenal, atau nggak ada wisudawan laen yang kenal sama kamu, alias di antara semua mahasiswa di angkatan kamu, ternyata cuma kamu yang diwisuda saat itu, karena semua temen kamu udah lulus duluan. Hina sekali.

Maka dari itu, janganlah anda wisuda sendirian, BERJAMAAHLAH! BERJAMAAHLAH! *nindihin wisudawan pake kaki

Nah, berikut ini ada 27 keutamaan wisuda yang berjamaah, check this out!

1. Menguatkan tali silaturahmi sesama wisudawan dan temen seangkatan.
2. Buat perempuan: bisa nyari kebaya bareng, buat laki-laki: bisa nyari kondek bareng.
3. Bisa ngegosok baju toga bareng.
4. Bisa fitting toga bareng.
5. Bisa narsis foto bareng.
6. Bisa ngecengin yang belom wisuda bareng-bareng. *dikeplak
7. Wisuda jadi lebih rame.
8. Yang ngasih bunga bisa lebih banyak.
9. Bisa lompat danau bareng-bareng.
10. Temen-temen yang ditinggal bisa lebih ikhlas.
11. Jadi nggak terlalu nyombong.
12. Rasa malu-nya nggak terlalu gede walaupun lulusnya lama -maklum ada temen.
13. Bisa tukeran toga kalo misal kekecilan atau kegedean.
14. Bisa minta bangunin kalo ketiduran pas upacara wisuda.
15. Menbina semangat persatuan.
16. Melatih ketangkasan.
17. Melatih daya juang.
18. Melatih berpikir cepat.
19. Melatih jiwa kepemimpinan.
20. Membangun teamwork. *macem training MLM
21. Membina semangat kebersamaan.
22. Bisa ngelempar topi toga bareng-bareng.
23. Bisa hemat dan rajin menabung. Bisa ya?
24. Bisa minta tolong pegangin toga ke temen kalo kepala kamu lagi gatel, apasih.
25. Bisa bareng-bareng bikin spanduk bertulisan, "KAPAN LO WISUDA WOY?!"
26. Kampus bakalan terasa lebih lega.
27. Suksesnya juga bisa bareng-bareng, aamiin. *kayaknya cuma ini yang bener

Ehm ehm,
Begitulah kiranya 27 keutamaan wisuda berjamaah. Lebih baik bareng-bareng kan daripada sendiri-sendiri?

Nah, bagi kamu yang kira-kira wisudanya mau duluan, gue saranin tungguin temen kamu biar bisa wisuda bareng, ya walaupun mesti nunggu ber-abad-abad.

Tapi beneran, disitulah kesetiaan kamu diuji. Makanya bagi yang skripsinya udah beres, kerjaannya jangan nanya "kapan nyusul?" aja. Tanyain juga, "apa yang bisa gue bantu Sob?", karena...
[end]
25 Januari 2014
no image

Hidup Fokus kayak Kamera

"Lan, apa enaknya sih ngerokok?!"
"Eh, gue ngerokok itu sebagai tanda cinta sama Indonesia, tau!"
"Lah? Bisa gitu?"
"Iya lah. Elo tau gak Sam?"
"Apa?"
"Cara terbaik biar masyarakat kita enggak ngerokok lagi?"
"Emang apa Lan?"
"Caranya ngebakar pabrik rokok!"
"Nah sepakat gue!"
"Makanya, karena pabrik rokoknya jauh, gue ngebakar rokoknya satu-satu."
"..." *nelen korek
Itulah kelakuan si Alan, temen gue yang perokok berat. Setiap kali ketemu dia, pasti selalu berasep. Mending kalo asep sama puntungnya ditelen sekalian, lah ini dibeberin ke gue. Gue kan jadi ternoda, alah.

Ya... walaupun Alan ini perokok berat, bisa dikatakan dia adalah perokok yang santun. Setiap kali mau ngerokok, pasti dia salim dulu sama orang-orang. Hmm.. maksud gue, ketika dia mau ngerokok, dia selalu jaga sikap biar enggak ngerokok di depan umum.

Sebagai sahabat yang baik, gue selalu memberi nasihat biar dia enggak ngerokok lagi,
"Lan, berenti ngerokok napa?"
"Kenapa sih?!"
"Biar ganteng gitu."
"Jadi, selama ini elo nganggep gue enggak ganteng?!", gue muntah.
"..."
"I..iiya sih, sebenernya gue mau berenti Sam, cuma ini mulut suka jadi asem kalo nggak ngepul asep."
"Makan noh garem biar gak asem!", Alan pun pergi ke warteg.
Begitulah percakapan gue dengan Alan, temen gue yang sekarang entah kemana. Temen yang dulu bilang “kita sahabat”, di tingkat akhir hidupnya elo elo gue gue juga. Ah sudahlah, mungkin dia dibekep sama mba-mba warteg dan dijadiin tusuk gigi.

Wah...

Sorry sorry, blog ini baru update lagi. Maklum dalam beberapa waktu ini -gue disibukkan dengan ngerjain beberapa project, seperti project nungguin gebetan putus -Big Project 2014, dan tentunya project buku gue yang (alhamdulillah) akhirnya terbit juga, judulnya “Dendam Nyi Pelet Season 2”

...

Oke oke, maksudnya buku berjudul Catatan Akhir Kuliah, terbitan Bentang Pustaka. JENG JENG!

Sedikit promosi,
Buku ini yahud banget, karena terbukti berhasil membuat syetan-syetan pada istighfar. Kamu bisa dapetin buku ini di toko buku besar kesayangan kamu, dan toko buku online seluruh Indonesia. Previewnya ada di sini.

Beklah... lanjut bercerita.

Sebagai mahasiswa kesehatan, gue gak boleh ngerokok, seandainya gue ngerokok, pasti jadi #sarjanagagal. Gue cuma mencoba menerapkan materi kuliah: pola hidup sehat, seperti salah satu aktifitas rutin gue setiap pagi,

Aktifitas gue setiap pagi bisa dibilang cukup menyehatkan, gimana nggak sehat, setiap pagi gue selalu meluangkan waktu untuk lari pagi dan mengangkat beban.

Berhubung gue termasuk insan yang anti mainstream, biar nggak biasa, lari setiap pagi selalu gue tambahin dengan lari dari kenyataan, dan untuk olahraga angkat beban, bukan barbel yang gue angkat, tapi beban hidup yang gue angkat.

Bisa dibayangkan kan betapa sehatnya gue? Uhuk, Tuhan bersama hamba-Nya yang sehat.

Suatu hari setelah lari pagi.

Hari itu adalah hari bersejarah, saking bersejarahnya -gue lupa hari itu tanggal berapa (lah?). Yang jelas hari itu menjadi hari dimana gue memutuskan pensiun dari kehidupan organisasi.

Perlu diketahui, selama menjalani kehidupan kuliah, selain rutin mengupil dan upilnya ditaro di bawah meja kuliah, gue menyibukkan diri dengan aktif di berbagai organisasi kampus, seperti BEM, Hima, komunitas bloger, UKM, dan kegiatan lain.

Bahkan saking berprestasinya, gue pernah dinobatkan sebagai Anggota Terbaik No. 1 di sebuah organisasi. Kebetulan gue berlaku sebagai ketuanya, anggotanya, bendaharanya, sekretarisnya, sekaligus. 

Iya, di organisasi ini gue cuma sendiri. Nama organisasinya, HIMATAI, Himpunan Mahasiswa Tingkat Akhir tetep Imut

Pagi-pagi udah galau, begitu kelakuan gue di pagi itu. Duduk sendirian di bangku taman rektorat, sedikit berkeringat. Kemudian ada maba-maba yang berlalu lalang dengan bahagia, mereka lari pagi bergerombol kayak upil. Karena envy, salah satu dari mereka langsung gue samperin,
“Dek, maba ya?”
“Iya, kok tau Mas?”
“Iya, keliatan bahagia banget soalnya. ”
“Wih, jago. Ada apa Mas?”
“Boleh minta minum?”, gue sok akrab.
“Oh iya boleh.”
“Oh iya Dek. Saya cuma mau ngasih tau kalo kamu mau lulus nanti, kamu harus bikin skripsi. Makasih minumnya.”, gue ngasih botol minumnya ke dia, gue abisin dan kemudian gue pergi begitu saja. Emang nggak tau malu.
“...”
Dari kejauhan, gue melihat anak muda yang tadi bahagia-bahagia, tiba-tiba muntah di tempat. Sepertinya pintu hati anak muda itu udah kebuka.

Masih di hari yang sama, dan masih galau. Gimana nggak galau, ketika mendekati pintu kelulusan, gue malah bingung setelah lulus mau ngapain dan kemana. Begitulah, we studied, we did exams, we graduate, then we dont know what we have to do.

Hmm,
Jadi keinget masa maba dulu, yang begitu santai tanpa beban. Di tingkat akhir, jadi tau gimana galaunya. Inilah pesan moral yang mau gue sampein ke maba-maba yang barusan lewat. Biar kejadian ini nggak keulang pada mereka. Betapa mulianya gue.

Gue sedikit menganalisa, –berdasarkan survey terbatas, seenggaknya ada 3 hal yang digalauin mahasiswa tingkat akhir, yaitu 1) mapannya nanti gimana, 2) setelah lulus mau jadi apa, 3) jodohnya nanti siapa.

Walaupun galau, ada alasan kenapa gue memilih untuk nggak buru-buru lulus, semata-mata untuk mencanangkan salah satu poin dalam program KB: Kuliah Berencana, yaitu hindari kelulusan dini. Soalnya nggak sedikit temen-temen gue yang lulus duluan, setelah lulus cuma bisa menganga di rumah sambil nungguin panggilan kerja. Ciyan.

Gue pun bersikap, “Gue nggak mau menganga nungguin panggilan kerja. Gue gak mau kayak mereka! Karena gue gak bisa nganga, gue harus ngupil.”, apasih.

Kalian perlu tau, merekalah contoh sarjana yang nggak menerapkan poin KB, nggak punya rencana setelah lulus. Kalo kamu termasuk kayak spesies di atas, semoga cepet dapet kerja atau segera buka usaha. Aamiin.

Hmm...
Untungnya, kegalauan itu pecah juga setelah gue memutuskan untuk focus di satu tujuan. Terinspirasi dari sebuah kamera pinjeman, ternyata hidup ini layaknya seperti kamera, “kalo mau hasil bagus, harus focus.


Bagi yang belum tau, gue ini spesialis fotografi wisudawan yang diminta secara paksa untuk moto-motoin mereka, dan mereka –yang diwisuda– tidak lain dan tidak bukan adalah temen seangkatan atau bahkan adek kelas gue sendiri. Kurang ajar kan? Mereka emang bangke.

Walau pun begitu, ada untungnya juga, jadinya gue bisa belajar tentang filosofi kamera di atas. Kegalauan hidup yang disikapi dengan positif akan membuat kita menjadi bijaksana, salamsuper.

Dan akhirnya, gue memutuskan untuk focus di bidang yang gue suka, yaitu menulis. Walaupun banyak hal yang nggak gue tau tentang menulis, dalam prosesnya –gue diajak untuk selalu belajar, sampe alhamdulillah ada penerbit yang mau nerbitin naskah pertama gue. Thx to Bentang Pustaka :)

Banyak lika-likunya memang, namun kalo kita selalu meminta kemudahan, gimana kita tau arti sebuah perjuangan, uhuk.

Ah udah ah, ngupil dulu.
14 Januari 2014
Skripsiku Terserah

Skripsiku Terserah

Jangan kau bebani hidupku lagi
Sudah jelas kini yang kau mau
Kau revisi skripsi ini 'tuk kesekian kali
Memang ku minta namun tak begini

Dimana arti sebuah kesediaan
Bila hanya dalam kata-kata
Ku coba untuk bertahan
Namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu, dosenku...

Reff I:
Terserah skripsi ini
Sungguh aku tak ‘kan perduli
Ku tak sanggup lagi
Bimbingan skripsi denganmu
Biarkan ku sendiri
Tanpa tanda tanganmu lagi

Ku tak sanggup lagi
Mulai kini s’mua terserah...

Dimana arti sebuah kesediaan
Bila hanya dalam kata-kata
Ku coba untuk bertahan
Namun aku tak sanggup
Sungguh tak mampu, dosenku...

Reff II:
Terserah skripsi ini
Sungguh aku tak ‘kan perduli
Ku tak sanggup lagi
Bimbingan skripsi denganmu
Biarkan ku sendiri
Tanpa tanda tanganmu lagi

Ku tak sanggup lagi
Mulai kini semua
Terserah...

----

Silakan nyanyi sambil dengerin original songnya, Terserah by Glenn Fredly. Selamat menghayati sambil ketawa-ketawa gila, bruakakakak :))))
3 Januari 2014
Catatan Akhir Kuliah

Catatan Akhir Kuliah

JENG JENG!

Alhamdulillah,
Novel "Catatan Akhir Kuliah" udah tersedia di Gramedia dan toko-toko buku lain kesayangan kamu. Ini dia penampakannya:

----

Novel pertama gue ini seru banget, karena mengisahkan tentang petualangan gue dalam mengalahkan Raja Api Ozai, hmm.. oke, maksudnya nyeritain tentang suka duka dalam kuliah yang banyak petualangannya.

Mungkin tema ini udah umum ada di buku-buku lain, tapi gue memastikan kepada kamu bahwa alur dan jalan cerita dalam buku ini bakal seru dan BEDA! Buku ini mengambil satu genre baru, yaitu komedi motivasi. (gile, keren juga gue)

Gue mencoba menceritakan petualangan gue kayak main game RPG (role playing game), makanya cover bukunya memakai konsep game 8 bit. Jadi, buku ini bisa dijadiin sebagai walkthrough buat kamu yang tersesat dalam menyelesaikan skripsi, salah jurusan, lulus lama, setelah lulus gak tau mau ngapain, dikatain jomblo, LDR-an sama kekasih yang entah ketemu kapan, ditinggal nikah gebetan, dikhianati perasaan, dan hal-hal ngenes lainnya. Ya gue tau, hidup ini emang sulit. .

Novel ini sarat akan fantasy dan imajinasi liar gue, gue harap, pembaca bakal ikhlas menganalogikan hidup seperti skripsi, karena keduanya butuh perjuangan.

Gue juga memperkenalkan karakter-karakter asli dalam buku ini, ada Sobari dan Ajeb sebagai sahabat (yang lainnya sodara), Kodok sebagai hmm... bisa dikatakan, dia tokoh cewek yg ngejar-ngejar gue, dan selalu gue tolak. Oke, kebalik.

Ada Ibu Eli dan Ibu Dewi, pembimbing skripsi yg sangat mencintai gue, saking cintanya nggak mau gue lulus. Takut kehilangan katanya.

Ada cerita tentang kehidupan masa lalu gue yang sangat berprestasi, dan ketika masuk kampus, gue makin berprestasi... dalam depresi. Gue emang hebat. 

Dan,
Masih banyak kisah nyentil yang lain, beserta dilemma-dilemma seru yang kebanyakan manusia alami di dunia ini –alah.. Pokoknya buku ini... KAMU BANGET! WAJIB KAMU PUNYA!

Beberapa testimoni dari mereka:

"Berkat baca buku ini, gue jadi sadar, dengan Lulus tidak tepat waktu gue turut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran! Huwala! Hidup Mahasiswa!"
si Juki - @JukiHoki
Aktor komik yang kerja sambilan sebagai mahasiswa. Pemeran utama dalam komik "Si Juki Cari Kerja"



"Abis baca buku ini gue mendapat sebuah kesimpulan, kalau semua mahasiswa kayak Sam dan gue mungkin Universitas di Indonesia bakalan kaya raya kebanjiran uang SPP tiada henti"
Mbah Derma @deritamahasiswa
Rektor Universitas Derma, Penulis Derita Mahasiswa: Aku ingin kuliah 1000 tahun lagi.
(Mati aja lo mbah! :))))


"Buku Catatan Akhir Kuliah dari Sam ini adalah bacaan inspiratif yang mampu membuat kita yang baca bilang WOW. What a wonderful book! Buku yg ditulis dengan bahasa yang santai, kreatif, motivatif, dan inspiratif."
@anakUSU, Komunitas Mahasiswa USU, Medan

Buku ini adalah resume kehidupan seorang mahasiswa yang bisa mewakili suara sebagian besar mahasiswa. Analogi-analogi yang segar, gaya bahasa yang mengalir tapi tak terduga dalam menyampaikan pesan. Bacaan wajib untuk kamu yang merasa The Agent of Change.
@mahasiswaUNS, Komunitas Mahasiswa UNS, Surakarta

, dan komentar positif lainnya :)

------

Buat kamu yang udah mondar-mandir nggak ketemu di toko buku (mungkin belom sampe di daerah kamu, atau mungkin udah sold out), jangan kecewa, kamu bisa pesan buku eksklusif bertanda-tangan gue ke:

Eka
0856 9798 0003 (SMS/WA)
2B551011 (PIN BB)

Tinggal hubungi untuk pesan bukunya. Dapatkan diskonnya juga! Eksklusif banget :)))

------

Judul: Catatan Akhir Kuliah
Pengarang: Sam @skripsit Saminson
Penerbit: Lini Remaja Bentang Pustaka, Bentang Belia
Genre: Novel Remaja, Komedi, Motivasi



*Informasi distribusi bisa mention ke @bentangpustaka atau @mizanmediautama :)