New Post

Rss

16 Juli 2014
Konspirasi Ospek

Konspirasi Ospek

Gue pernah baca sebuah hipotesa populer dari sebuah literature psikologi, kalimatnya begini, "Ketika kita memikirkan si dia terus, maka kemungkinan besar si dia lagi mikirin kita juga."

Kamu percaya gak? Kalo kamu percaya, pasti kamu lagi banyak ngarep, hina sekali.

Gue curiga, jangan-jangan psikolog ini -nggak lain dan nggak bukan- hanyalah seorang jomblo yang sangat ngenes. Ckckck. Kesian dia. Tapi kalo hipotesa di atas ternyata ada benernya juga, duh Melody, maaf ya ngebuat kamu mikirin aku terus.

...
...

Muntahnya udah?

O..oke oke, ngomong-ngomong soal Melody, gue jadi inget ospek (emang nggak nyambung).

Sekarang-sekarang ini lagi musimnya ospek ya? Ckckck, masih ada aja ya yang begituan. Gue pernah ngobrol tentang asal usul ospek sama mbah gue,
"Mbah, tau gak siapa yang pertama kali ngelakuin ospek?" 
"Sam, sebenernya dulu itu ospek nggak ada, tapi... "
"Ya?" 
"Semua berakhir ketika negara api menyerang."
"..."
Mbah gue ini emang sangat terobsesi sama Avatar Aang, kesian dia, dulu nggak punya TV soalnya. Hmm.. abaikan mbah gue. Kembali ke topik. *topik mana topik


Ospek,
Kalo panitia yang bilang, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kampus ke mahasiswa baru (maba). Tapi menurut peserta, ospek ini lebih mirip kayak casting masal untuk model iklan produk kecantikan wajah, tentunya untuk peran sebagai jerawat.

Ada beberapa efek negatif dari ospek (yang kebanyakan dilakuin saat-saat ini),

Ospek,
Di sisi institusi, mereka berharap sejak dini akan tumbuh rasa cinta maba kepada kampus, salah kaprah, malah yang tertanam dalam diri mereka adalah api kebencian, alah.

Banyak modus yang tercipta dalam praktek ospek di mahasiswa, selain makin kentalnya suhu senioritas, dampak buruk dari ospek yang lainnya adalah siklus setan praktek balas dendam.

Biasanya, maba yang udah ke-bully abis-abisan di ospek, karena nggak punya nyali ngebales ke senior, maka dia cenderung akan melampiaskan kebenciannya kepada maba-maba selanjutnya. Begitu terus sampe kiamat.

Hmm.. mungkin ini sebab kenapa Indonesia susah maju, karena yang muda nggak boleh bicara, kalo bicara nanti bisa celaka, uhuk.

----

Hari itu hari Sabtu, gue lagi di kosan sambil ngutak-ngatik secarik kertas yang berisi tulisan tugas-tugas ospek yang hari Senin harus disiapin,
"Ini maksudnya apa ya? Clark Kent warna coklat?", tanya gue ke salah satu temen di kosan.
"Duh apa ya? Gue juga gak tau."
"Ah payah lo. Hmm.. apa ya.", otak jenius gue mulai berspekulasi.
Hari Senin saat ospek berlangsung,
Singkat cerita, saat itu sedang istirahat setelah peserta ospek disuruh lari keliling kampus. Kalo kata panitia, kegiatan ini bertujuan agar maba bisa mengenal kampusnya jauh lebih dalam, tapi bagi peserta -kegiatan ini lebih mirip kayak carnaval makhluk-makhluk dunia lain,
"Ayo sekarang waktunya istirahat. Keluarin Clark Kent kalian, silakan dimakan!"
"Hah?! Dimakan?!", gue dalem hati, mulai merasa ada yang nggak beres. 
Gue celingak celinguk ngeliat temen-temen yang lain pada ngeluarin sesuatu, sedangkan 'Clark Kent' yang gue bawa, nggak gue keluarin karena...
"..."
Ya, gue salah mengintrepretasikan maksud dari tulisan yang ada di kertas tugas. Sorry, bukan karena gue nggak paham sama maksud dari tugas itu, tapi ini karena imajinasi gue yang sangat tinggi.

Terang aja, ketika temen-temen pada ngeluarin sebuah batangan berwarna merah dengan gambar Supermen di dalamnya, dengan tampang jenius, gue melihat sebuah celana dalam berwarna coklat di tas gue dengan merk 'Clark Kent' sambil berteriak dalam hati,
"Bangke, ternyata wafer! Gue malah bawa sempak!"
"..."
"Heh kamu?! Mana Clark Kent kamu?!", teriak kakak tatib (semacam panitia ospek yang kerjaannya ngatur tata tertib, tapi bagi gue, mereka lebih mirip kayak hansip yang gagal.)
"..."
"Loh buruan keluarin!"
"A..anu Kak, saya lupa bawa.", jawab gue, nyari aman.
"PUSH UP!", dia teriak pake Toa.
"Ba..baik kak.", gue pun push up dengan 2 jari dan kaki di atas, gue emang jago kungfu, oke becanda.
Hari itu, gue lebih rela disuruh push-up daripada nanti malah jadi world wide trending topic gara-gara bawa-bawa sempak saat ospek. "Sial!"

Gue juga bingung, kenapa gue bisa mikir Clark Kent itu adalah sebuah celana dalem, dan kenapa gue nggak kepikiran kalo benda itu adalah wafer supermen?! Ckckck. 

Hal ini jelas gara-gara pikiran mesum gue belanja di hari Minggu.

Ketika gue pergi ke pasar kaget, gue ngeliat abang-abang lagi jualan celana dalem bermerk 'Clark Kent' (nggak aneh kenapa supermen identik dengan sempak). Karena saat itu gue masih bingung dengan tugas ospek, gue beli deh sempaknya, dan nggak lupa milih yang warna coklat. Hmm.. manusia itu emang lebih sering mengandalkan penglihatan daripada pemikiran, alah.

Ada alasan lain kenapa gue membeli benda 'hina' itu, terkadang kita suka ditipu sama prasangka baik. Awalnya gue juga mikir, "Ngapain ospek-ospek begini disuruh bawa-bawa sempak ya? Hmm, mungkin ini buat jaga-jaga, siapa tau gue kepleset nyebur ke danau. Kakak ospek emang pengertian. Okesip."

Gara-gara ospek sempak itu, gue bertekad ketika nanti jadi panitia ospek, gue mau jadi kakak pendamping yang baik hati, siapa tau ada adek kelas yang nyantol ke hati, eaaa, tetep.

----

Ospek,
Katanya sih bertujuan untuk mempererat persahabatan dan melatih daya juang, "Btch pls, kenapa ospek nggak diganti jadi liga FIFA aja, persahabatannya lebih bermakna, dan kompetisinya lebih nyata."

Apa sih esensi dari kostum-kostum aneh pas lagi ospek, mungkin yang begituan bisa diganti dengan hal yang lebih wajar dengan seragam yang lebih elegan, kayak jas eksekutif berdasi, busana casual, dan lain-lain (dikira catwalk kali). Kalo alasan panitia nerapin 'kostum-kostum dunia lain' begitu biar dilihat kompak, kenapa nggak sekalian aja pake kostum putih-putih biar kayak FPI?! pft *disweeping

Trus, apa sih esensi dengan adanya tebak-tebakan tugas ospek? Bagi gue itu lebih mirip kayak tebak-tebakan anak kecil, kalo panitia bilang biar melatih daya berpikir, kenapa nggak dikasih soal kalkulus aja?! *mati berbusa

Ja.. jangan-jangan, ospek ini adalah sebuah konspirasi.

Coba kita amati, peserta ospek disuruh berbusana kemeja dan celana bahan, abis gitu pesertanya akan terkesan kayak manusia teraniaya dengan kostum-kostum yang hina, mungkin ini sebuah bukti kalo institusi pengin mahasiswanya jadi karyawan atau jadi kacung-kacung perusahaan. Ini konspirasi men!

Hehe, gue cuma becanda. Gue nggak mau didemo sama pihak yang pro dengan ospek.

Tapi alangkah baiknya tradisi-tradisi yang nggak ada esensinya, buang aja lah, kayak panitia penertiban, nggak usah belaga kayak militer, anda udah terlihat gagal men! Dan yang begituan malah berpotensi memicu pem-bully-an. Trus tugas-tugas yang aneh-aneh, yang begituan malah ngerepotin mahasiswa, dan nggak jarang juga ngerepotin sodara dan orang tua.

Baiknya masa perkenalan kampus bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif (bagi yang belom menerapkan ini), misalnya diisi dengan motivasi-motivasi belajar, perkenalan minat dan bakat, pembekalan biar lulusnya nggak lama, tips-tips berprestasi, dan tentunya perkenalan tentang skripsi sejak dini, pft.

--------------
Belajar jadi pengusaha bareng gue dkk., klik http://bit.ly/ayo-jadi-pengusaha

[end]
1 Juli 2014
Open Casting Movie: Catatan Akhir Kuliah

Open Casting Movie: Catatan Akhir Kuliah

Gue masih inget ketika dulu lagi nentuin judul naskah, yang akhirnya sekarang udah terbit jadi novel. Alhamdulillah.

Dulu, ada beberapa ide judul yang keluar sebelum akhirnya judul 'Catatan Akhir Kuliah' menjadi pilihannya, yaitu: 1) Catatan Akhir Kehidupan, 2) AKU INGIN WISUDA MAMAH, 3) AQ0e3 G4gAL CEKLIPCI L4G1eE, dan beberapa judul jahanam lainnya.

Entah ini wangsit atau ide cemerlang, akhirnya gue memilih judul Catatan Akhir Kuliah sebagai judul naskah novel gue, sebuah judul yang pas, gue banget, komersial, easy spelling, gampang diinget, mewakili semua orang yang kuliahnya pengin berakhir, dan yang paling penting ... gue udah lulus kuliah. Ehm kamu, iya kamu yg lagi baca ini, kapan kuliahnya berakhir? pft.

Perjuangan biar naskah ini bisa terbit cukup berliku-liku, mengajukan naskah novel ke penerbit itu persis kayak mengajukan proposal penelitian ke dosen pembimbing: SERING DITOLAK!

Udah gitu, nunggu kepastian diterima atau ditolak itu mirip banget kayak ketika judul skripsi kita diPHP-in sama dosen pembimbing. Gue harus nunggu 4 bulan baru dapet konfirmasi dari penerbit, dan selama 4 bulan itu, kerjaan gue gelantungan di pohon beringin.

Satu, dua, tiga penerbit udah menolak, sampe akhirnya ada Bentang Pustaka yg menerima, asik. Thx to Bentang. *Tuh udah dipromosiin, oke fix, royaltinya nambah :v

Dapet penerbit yang mau nerbitin, otomatis gue ketemu sama editor, nah editor ini makin mirip banget sama dosen pembimbing, nanyain revisi naskah mulu, sampe gue lupa sama revisi skripsi sendiri, oke itu mah udah lupa dari sananya. But, so far, mungkin tanpa Nadia (editor), buku gue nggak bisa sebagus sekarang, ya... walaupun udah bagus dari sananya sih, tsah. *digaplok pake skripsinya Nadia

Nggak lama setelah buku gue terbit, amaze juga pas belum ada sebulan, udah dicetak ulang. Dan dua bulan setelahnya, gue dihubungi sama director sebuah production house,
"Sam, novel kamu mau difilmin di layar lebar nggak?"
"Hah? Oh, iya. Hmm.. mau nggak eaaa... "
"..."
---


Jeng-jeng, rencananya sih untuk pembuatan @CAKthemovie ini bakal banyak persiapannya dan kalo sesuai timeline, movie bisa dinikmati di layar lebar di awal tahun 2015. Salah satu persiapan kita adalah open casting di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dst.

Selain tour ke kota-kota di atas, bagi kamu yang berminat memerankan karakter gue, Kodok, Sobari, dan karakter lain tapi bermasalah soal jarak, open casting bisa dipermudah dengan casting secara online.

Informasi lengkapnya bisa kamu lacak di fanspage CAK The Movie, dan twitternya @CAKthemovie, atau bisa juga pantengin TL twitter gue di @maulasam.

Nanti, movie ini bakal diproduksi di bawah Dari Hati Films, dan disutradarai oleh Om Jay Sukmo.

Sebagai selayang pandang, berikut nih karakteristik dari setiap karakter yang bisa dijadiin pertimbangan kamu, termasuk juga foto tokoh aslinya, "Aku mau jadi siapa ya?"

1. Sam: 20thn, pintar, nggak begitu ganteng (asem emang), gampang gugup, jaim. Stress karena salah jurusan dan selalu ditolak cewek jadi malas malasan.

2. Sobari: 20thn, ganteng, dewasa, kalem, cool, study oriented.

3. Ajeb : 20thn, ramah, agak-agak gembul, culun, nggak jelas, suka ke ge-eran.

4. Kodok: 20thn, baik, ramah, pake hijab, smart, mempesona, dewasa, jaim.

5. Wibi: 20thn, manis, pake hijab, penyuka Voldemort - Harry Potter, expresif, dan hobby minta ditraktir.

6. WRP: 20thn, pake hijab biasa-biasa aja, suka selfie, kalem tapi ember.

7. Dosen Ibu Elly : 40thn, dosen pembimbing skripsi Sam, penyabar namun perfectionist, agak cerewet, bijaksana.

8. Mario Tegar: 45thn, wanna be a Mario Teguh, (postur tubuh, wajah, rambut, suara, gaya bicara menyesuaikan).

---

Nah, udah kebayang kan kira-kira kamu cocoknya jadi siapa? Makanya buruan ramein deh open casting ini, siapa tau kamu berpotensi dan punya passion di bidang seni peran. Mantep.

Ditunggu lamaran kamu, kirim biodata, kontak (HP, email), beserta foto close up dan seluruh badan ke cakthemovie@gmail.com. Bagi yang memenuhi kriteria, akan kami undang ke kantor Dari Hati Films dibulan Juli 2014.

Jangan lupa likes dan pantau perkembangannya di CAK THE MOVIE, juga follow twitternya di @CAKTheMovie dan @maulasam, untuk kamu yang berdomisili di luar kota yang disebutkan di atas, bisa lihat video Casting Online di Youtube di bawah,



Untuk pertanyaan bisa komentar di comment box di bawah :)
21 Juni 2014
Jodoh nggak Kemana

Jodoh nggak Kemana

Ada sebuah film yang semalem gue bela-belain tonton, bahkan film ini lebih gue bela-belain tonton ketimbang nonton pertandingan Italia vs Costa Rica.

Film ini keluaran tahun 2001, nyeritain kisah seorang mahasiswa teknik bego yg ketemu cewek mabok di kereta. Keduanya selalu bertemu dengan pertemuan kebetulan yg aneh, berpisah dengan cara yg unik, dan kemudian ketemu lagi dengan cara yg bener-bener nggak keduga.

Hmm, nebak-nebaknya udah? Hehe, gue lagi melow nih, nggak bisa becanda. Iya bener, judul film itu 'My Sassy Girl'.

Film ini keluaran 13 tahun yg lalu, tapi baru gue tonton semalem -iya emang telat banget, ceritanya bener-bener nggak lekang oleh waktu, alah. Abis nonton film itu, gue jadi ngerasa kayak manusia yg tertidur di balok es selama puluhan tahun, dan ketika gue terbangun trus disuguhin film begituan, hal pertama yg gue ucapin adalah, "Tahun berapa ini?! Toilet mana toilet."

Gila, sejauh ini, film My Sassy Girl ini adalah film ter-romantis yg pernah gue tonton, tentunya setelah film Dendam Nyi Pelet.

Entah sejak kapan gue mulai suka sama film drama comedy romance Asia, walaupun tontonan gue dulu film romantis juga, kayak sequel SAW, HOSTEL, dan Final Destination (gue dulunya psikopat).

Mungkin sejak pertama kali kenal sama Nam di film 'A Crazy Little Thing Called Love', dan karena drama Asia pemeran ceweknya cakep-cakep, gue mulai mencari judul film lain, sampe ketemu sebuah film yg judulnya "You Are The Apple of My Eyes" yg endingnya kampret banget, sampe film "Hello Stranger" yang endingnya nggak kalah kampret.

Sejak saat itu, gue mulai penasaran dengan rekomendasi film dari temen gue, katanya film ini bagus banget, klasik, dan ceritanya mirip cerita gue dengan seorang cewek bernama Kodok di novel Catatan Akhir Kuliah, judul filmnya, ya itu ... My Sassy Girl.

Pic by Google
Setelah gue tonton film itu, ternyata emang bener, cerita ini kok mirip cerita gue ya, "KAMPRET!" :))

Karakter cowoknya sama-sama bego yg nggak punya masa depan, ketemu sama cewek yg aneh, bikin time capsule, cowoknya nyeritain kisahnya jadi sebuah buku, dan dari buku itu ... ceritanya diangkat jadi sebuah film.

Jujur aja, baru kali ini setelah nonton You Are The Apple of My Eyes, abis nonton My Sassy Girl, gue ngerasain lagi gimana nikmatnya ngasih testimoni, "Duuhhh, cerita ini gue banget."

Tapi... gue jadi takut nih setelah film CAK nanti dirilis, bakal banyak yg bilang kalo gue ngejiplak ide cerita. Hahahahaha. Oke, kok gue ketawa.

Emang bener ya, cerita yg dibuat dengan hati, akan dinikmati pula dengan hati. Dari film 'My Sassy Girl' gue belajar, kalo jodoh ... emang nggak kemana, asal ada usahanya. Yang jelas, cerita setiap orang pasti punya perbedaan, setiap orang punya catatan, dan setiap orang punya perjalanan.

---

Ada film drama movie ASIA recomended gak? Tolong kasih tau di comment box ya :))

Follow instagram gue @maulasam
Twitter gue juga @maulasam
Facebook facebook.com/saminson
18 Juni 2014
AWAS! Kuliah Bisa Bikin Goblok

AWAS! Kuliah Bisa Bikin Goblok

Baca-baca artikel tentang mahasiswa goblog, gue dapet sebuah artikel yg ngebahas tentang 'kuliah bikin goblog' -nya Om Bob Sadino. (Klik aja artikelnya)

Hal yg pertama kali gue pikir adalah, "WAH UDAH GILA TUH OM BOB!"

GUE EMOSI BRO!

Tapi setelah gue baca sampe selesai, "WAH OM BOB EMANG GILA! Tapi... gila-gila banyak duit. Mau gila juga donk.",

Gue jadi malu sendiri. Soal baca membaca, emang bener ya, secerdas-cerdasnya orang itu adalah orang yg nggak gampang mengambil kesimpulan.

Back to topic,
Dipikir-pikir bener juga loh, sekolah makin tinggi, bukannya makin pinter, tapi makin goblog. Gimana nggak goblog, kuliah jadi sarjana bukannya memperbanyak lapangan pekerjaan, lah ini malah desek-desekan nyari lowongan. Ngakunya sih kaum intelek, tapi mentalnya masih kayak anak SMA, "Abis lulus nyari kerja.", eh sorry-sorry maap ya. Itu kata Om Bob loh.

Terus ada lagi sarjana goblog lain, mereka mikir kalo mau jadi orang kaya ya jadi PNS. WTF!?

Ada pula sarjana yg dengan bangga bilang begini, "Calon menantu terbaik adalah PNS.", udah gila nih orang, udah gila.

Temen gue juga gitu, lulusannya sih jurusan bisnis, tapi abis lulus, eh dia nyari kerja. Ilmu bisnisnya dikemanain bro?! Duh, gagal bro, gagal abess.

Hmm.. mau tau logika sederhana nggak?
Beberapa sarjana punya peranan sangat strategis untuk menghadapi problematika bangsa, seperti masalah pendidikan, pertanian, dan pengangguran. Sarjana-sarjana itu di antara lain, sarjana pendidikan, sarjana pertanian, dan sarjana bisnis.

Untuk masalah pendidikan, kenapa masih banyak masyarakat kita yg memiliki pendidikan di bawah standar? Karena apa, karena sarjana pendidikan masih banyak yg kerja di bank!

Cerita lain, kemaren gue nonton debat capres, dan kedua capres mengemukakan kalo masalah ekonomi bangsa bisa diatasi dengan optimasi potensi pertanian. Masalahnya, masih banyak sarjana pertanian yg pada pengin kerja di bank! Fail bro.

Gue juga heran, faktanya, sarjana sekarang tuh orientasinya masih banyak yg mau jadi pegawai bank, atau PNS. Kenapa harus kerja di bank sih!?

Belum lagi masalah pengangguran. Tau gak? Orang yg paling bertanggung jawab terhadap masalah ini adalah sarjana-sarjana bisnis atau kewirausahaan. Kenapa bisa gitu? Pengangguran itu bisa diatasi ketika sarjana bisnis bikin bisnis, bukan nyari kerja. Mind blown. Apalagi kalo ngeliat sarjana bisnis pada ikutan job fair, awkward abis.


Masih soal debat capres kemarin, masih inget gak program kedua capres ngejanjiin naikin gaji PNS jadi 6 juta. Buset! Gue pikir kalo PNS gajinya dinaekin segede gitu, makin banyak sarjana-sarjana goblog yg pengin jadi PNS karena gaji (bukan untuk mengabdi). Gimana ekonomi mau maju bro! Gimana masalah pengangguran bisa diatasi bro!

Gue mau kasih solusi -sok-sokan, harusnya pemerintah mengevaluasi dan atau bikin program baru untuk memotivasi sarjana-sarjana biar pada buka usaha, minimal di sektor UKM, dst. Bisa keles pemerintah bikin program pemodalan usaha, daripada APBN dikorupsi. APA!? SOLUSI GUE HEBAT!? Makasih.

Eh tapi kalo ngomongin soal sarjana goblog, kayaknya yg paling goblog itu gue. Asem. Gimana nggak goblog, gue itu lulusan jurusan kesehatan, tapi selalu gagal dalam pekerjaan, kerjanya juga nggak sesuai jurusan, eh nyasar jadi penulis, nyasar jadi pengusaha kreatif. Gue emang goblog.

Cuma gimana ya, bisa dibilang, mahasiswa salah jurusan, IPK jongos, lulus lama, dan spesies-spesies lainnya adalah orang-orang yang tersesat ke jalan lurus (apabila mereka tetap positif membangun hidup, tsah).

Ya gimana nggak, kebanyakan mahasiswa yg nggak prestatif secara akademis, biasanya susah nyari kerja, ditolak mulu! Pengalaman bro! Iya gue curhat BRO!

Tapi berkat hidup dari ketidaknyamanan dan tentunya karena ada Tuhan Yang Maha Penyayang, akhirnya kehidupan mengarahkan manusia untuk membangun pekerjaan sendiri, dan gue rasa, orang-orang seperti ini lah yg di masa depan bakal lebih dibutuhkan banyak orang, dalam konteks perekonomian pembangunan tentunya. Ngerti nggak? Gue juga nggak. (Mau contoh? Klik artikel ini.)

Anyway,

Baru-baru ini ada mahasiswi beripeka cumlaude yg ayahnya tukang becak, santer banget disorot media, dan nggak lama, Pak Beye ngasih beasiswa. Temen gue yg lulusnya cumlaude dan ayahnya petani miskin, nggak gitu-gitu amat tuh. Prihatinnya, karena keterbatasan akses dan biaya, dia sakit parah, dan beberapa bulan lalu meninggal. Saat itu, Pak Beye kemana? -doain temen gue ya.

Kalo ada mahasiswa ber-IPK besar yg diblow up media, akan ada tanggapan mahasiswa yg positif dan negatif. Sisi positifnya, kita jadi termotivasi untuk terus berprestasi. Tapi nggak sedikit juga mahasiswa yg malah depresi, karena punya ipeka cumlaude nggak semua mahasiswa bisa.

Sayangnya, kalo hanya IPK di atas kertas aja yg dielu-elukan masyarakat dan pemerintah, di kubu mahasiswa (terutama mahasiswa baru yg masih dalam pencarian celana dalem, eh maksudnya jati diri) akan terdoktrin: kalo mau sukses harus punya IPK bagus. Padahal nggak selamanya begitu.

Mata pisau lainnya kalo nggak diapresiasi, kasian juga, sarjana berpotensi seperti Reini, nilai cumlaudenya hanya akan jadi pajangan di ruang tamu aja, atau seburuk-buruknya, nasibnya akan senaas temen gue yang gue ceritain di atas. Kemarin Reini juga masuk TV, gue sih berharap, kalo ada talkshow sejenisnya, Reini bisa memotivasi mahasiswa yg nggak berprestasi biar nggak hanya berharap sama prestasi akademis.

But anyway, congratz untuk Reini, kamu sedikit dari banyak mahasiswa berprestasi yg beruntung, teruslah mengabdi untuk bangsa, dan yg lagi baca ini nggak perlu envy, pas gue ulik-ulik siapa dia, dia emang pantas ngedapetinnya, ANAKNYA SHOLEHAH BRO! Tapi tetep, kalo nanti kuliah di luar negeri, JANGAN LUPA PULANG YA! pft :)

Kembali ke sarjana goblog. Masih semangat GOB?!

Setabah-tabahnya mahasiswa yg nggak punya prestasi, mereka pasti punya perasaan envy. Pasti sering kali mereka berpikir bahwa dunia ini nggak adil, "Kenapa, kenapa muka gue kayak tissue WC, kenapa?!", oke, itu gue.

Beberapa temen gue yg nggak berprestasi selalu ngerasa dunia akan segera hancur -seperti mukanya, mereka depresi karena tekanan dari berbagai arah: keluarga, temen, media, dst.

Tekanan di sini seperti halnya pembahasan gue di atas, yaitu stereotip, orang kalo mau maju harus punya prestasi.

Padahal sekali lagi, nggak selamanya begitu. Sukses nggak mesti beripeka tinggi, sukses nggak perlu punya banyak prestasi, bahkan orang goblog aja bisa sukses, iya nggak Om Bob? eh maap-maap, nggak maksud.

Anyway, positngan gue kayaknya kepanjangan, gue nggak mau terus berbagi kegoblogan. Tapi intinya, buat semua temen-temen -baik yg berprestasi atau nggak- tetep semangat, walau gue punya banyak prestasi juga -uhuk, tapi bukan prestasi itu yg membuat kita sukses, melainkan amalan yg bermanfaat dan doa Ibu, beneran loh.

Nah, bagi yg abis baca postingan ini dan jadi emosi, JANGAN EMOSI! Inget, secerdas-cerdasnya orang adalah orang yg nggak cepet mengambil kesimpulan. Apalagi kamu yg lagi bikin skripsi, judul aja belom dapet, udah ngambil kesimpulan, pft.

---
Jangan lupa follow twitter gue di @maulasam
Instagram gue @maulasam
dan jadi temen gue di facebook.com/saminson

Have a nice read!
12 Juni 2014
Be a Man, Ciri Pria Bermasa Depan Cerah

Be a Man, Ciri Pria Bermasa Depan Cerah

Beberapa waktu lalu, gue dapet undangan wisudaan, sebagai wisudawan? Bukan... sebagai tukang foto wisudawan. Puas?

--Bagi kamu yang belom tau, ketika jadi mahasiswa tingkat akhir, salah satu pekerjaan gue adalah tukang foto wisudawan, dan kebanyakan wisudawan itu adek kelas gue sendiri. Dunia ini emang kejam.--

Yaudah, daripada nggak ada kerjaan, dengan suka rela gue agendain untuk dateng ke wisudaan, siapa tau ketemu adek kelas yang bisa gue jorogin ke danau.

Pas hari H, karena gue cukup terkenal di kalangan wisudawati -gimana gitu ya, benerin kerah- beberapa wisudawati ada yang mau minta foto bareng gue, oke lebih tepatnya minta gue fotoin.

Setelah sesi foto beres, iseng-iseng gue nanya ke mereka dengan pertanyaan, "Menurut kalian, tipe cowok yang punya masa depan cerah kayak gimana sih?" Iseng banget gue.

Jawaban mereka kebanyakan adalah "cowok mapan". Gue pun perlahan menjauh. Hari itu, gue gagal PDKT.

Nah, pas perjalanan pulang wisudaan, gue mulai berpikir,
Diamat-amatin, cewek yang dulu ngefans sama cowok ganteng-ganteng gorila, ke sini-sini mereka lebih melirik cowok-cowok yang mapan atau berpotensi kaya, sepertinya mereka mulai berpikir realistis dan dewasa, mungkin keteknya mulai berbulu.
Tapi iya juga ya. WADUH! BAGI KAMU COWOK YANG KELAMAAN LULUS, WALAU KAMU GANTENG, KAGAK LAKU VROH!

Nah, karena penasaran tipe lelaki bermasa depan cerah, gue mulai membaca buku dan artikel (ceritanya penasaran). Setelah gue dapet beberapa literature populer, berikut nih point-point penting yang udah gue kumpulin, mari berbagi, asik.

1) Punya tujuan hidup,
Seperti halnya bikin skripsi, hidup juga harus dikasih tujuan. Pria bermasa depan cerah selalu punya tujuan, walau kuliahnya salah jurusan, kayak gue gitu. OKESIP!

2) Berwawasan luas
Wawasan nggak identik sama besar-kecil IPK (ANOVA p>0,05). Wawasan itu lebih kepada 'asik ketika diajak ngobrol'. Beberapa peneliti berpendapat, orang yg berwawasan luas lebih enak diajak ngobrol, karena mau ngomong apa aja bisa nyambung. Mungkin kalo badannya ketabrak bajaj dan terpisah, badannya bisa nyambung lagi. APAAN SIH!?

Nah, bagi kamu yg punya pengalaman ngobrol sama seseorang dan nggak nyambung, bisa jadi orang yg kamu aja ngobrol itu nggak berwawasan luas, atau... bisa jadi kamu yang kurang wawasan. Mikir.

3) Hobi menolong
Orang-orang yg punya masa depan cerah kebanyakan punya prinsip menolong. Orang yang punya prinsip menolong itu sifatnya genetik loh (sumber). Atau bisa jadi, orang yang suka menolong itu salah satu crew reality show TULUNG.

WAH! Ngomong-ngomong soal TULUNG, kamu bisa aja ngetes jiwa menolong gebetan kamu dengan ikutan program TULUNG, misal kamu menyamar jadi gembel, ngejualin gorengan yang harga normalnya 1,000, kamu jual 10,000. Alasannya buat ngebayar SPP kuliah. Kalo gebetan kamu ngeborong gorengan kamu, artinya dia punya jiwa menolong.

Nah kamu bisa untung dua kali, kamu bisa dapet cowok baik-baik, kamu bisa juga jadiin jualan gorengan sebagai pekerjaan. Kalo kira-kira omzet per hari udah lumayan, mendingan kamu jadi gembel aja sekalian, nggak usah kuliah gitu. HIDUP GEMBEL!

4) Eling
Eling itu bahasa Jawa, kalo di Bahasa Indonesia artinya item. Oh, itu keling. Oke, eling itu artinya selalu inget. Inget di sini nyerempet artinya sama bertanggung jawab.

Pria yang bertanggung jawab sama dirinya, bisa dipastikan bertanggung jawab sama pasangannya. Simpelnya gini, kalo kamu suka sama gebetan yang nggak bertanggung jawab sama skripsinya, gimana dia bisa bertanggung jawab sama kamu. Jleb! U mad bro?

5) Sayang sama ibunya
Ada orang hebat yang pernah bilang gini, "Pria yang menyayangi ibunya, dia akan bisa menghormati semua wanita.", orang hebat itu adalah gue. Gue emang hebat. Santai santai.


6) Positif thinking dan optimis
Ciri pria yang punya masa depan cerah itu selalu mengedepankan pikiran yang positif, misalnya ketika dia lagi galau sama gebetannya, dia akan tetap berpikir positif bahwa dia akan mendapatkannya, dan tetap optimis nggak akan ada pria mapan yang akan melamar dia.


Oke, gue curhat lagi.

7) Cerdas finansial
Pria idaman emang pria yang berusaha terus mewujudkan impian. Bagi dia, mapan itu nggak cukup. Karena di usia 40 tahunan, bukan uang lagi yang penting, tapi waktu. Waktu kebersamaan sama istri dan anak tercinta, tsah. Istilah kerennya tuh financial and time freedom.

Biasanya, pria tipe begini berprinsip membangun usaha sejak dini, biar 10 tahun kemudian di saat temen-temennya yang lain masih bingung dengan pekerjaan, dia mulai sibuk ngembangin perusahaan. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Gitu deh.

So girls, kalo kamu nemuin cowok yang masih bersusah payah membangun kemapanan, jangan nunggu dia mapan, tapi temanilah dia meraih kemapanan bersama, terimalah dia adanya girls, tsah.

8) Rajin ibadah
At least but not last, ini point yang penting banget. Karena agama adalah pondasi kehidupan. Udah gitu aja.

Semoga bermanfaat! :)
Follow Instagram gue ya di @maulasam
Juga be friend with me di facebook.com/saminson

13 Mei 2014
Survey: Kriteria Pasangan Ideal

Survey: Kriteria Pasangan Ideal

Ini post lama yang worthed untuk di-republish, silakan dibaca :)

---

Duh... berhadapan lagi sama data.

Bagi yang belom tau, beberapa waktu lalu gue melakukan riset untuk mengetahui kriteria pasangan hidup pilihan responden.

Seperti yang kita tau, kriteria pasangan hidup yang ideal untuk setiap orang pasti berbeda, kalo gue pribadi sih, kriteria pasangan ideal itu nggak usah yang muluk-muluk, yang penting mirip Pevita Pearce.

Tapi, gue jadi penasaran sama kriteria pasangan ideal bagi orang lain, hal itu lah yang melandasi gue untuk membuat artikel kali ini.

Pic by Google
Baiklah, nggak usah lama-lama, langsung aja kita bahas. Cekidot!

---

Latar belakang
Banyak manusia kepo yang ingin mengetahui hal-hal berikut:
"Kriteria apa sih yang akan dijadiin pilihan pertama cewek untuk dijadikan cowok mereka," dan sebaliknya, 
Tujuan
Iseng

Metode
Nanya-nanya

Pengolahan data
Random absurd simple sampling

Waktu dan Tempat
Sekitar jam 17.10 s.d. 18.00 WIB via twitter.

Responden
Follower gue.

Hasil dan Pembahasan
Data survey didapatkan setelah peneliti mengetweet pertanyaan seputar kriteria apa yang akan dipilih responden untuk dijadikan pasangan hidup mereka, kriteria-kriteria tersebut antara lain:
  1. Kepribadian baik
  2. Ganteng
  3. Kaya
  4. Humoris
  5. Pinter
  6. Gaul
  7. Pendiem
  8. Alim
  9. Pekerja keras
Dari ke-9 kriteria tersebut, responden diminta untuk mengurutkan pilihan mereka dari kriteria paling penting sampe ke kriteria paling nggak penting.

Ngerti nggak? Apa, NGGAK?! Santai, gue juga nggak.

Berikut gambar yang menunjukkan contoh jawaban beberapa responden,


Dari gambar di atas, dapat diketahui variasi jawaban yang dijawab responden terhadap pertanyaan kriteria pasangan hidup menurut responden.

Dari data tersebut dihitung persentase kriteria yang dipilih sebagai kriteria paling penting (no. urut 1) dan kriteria paling gak penting (No. urut 9), hasil perhitungan dapat dilihat pada gambar berikut,

Kriteria paling penting menurut pemirsa,


Dari gambar di atas diketahui bahwa kriteria pasangan dengan kepribadian baik mendapat respond paling tinggi yaitu sebesar 63%. Dari persentase tersebut, dapat dikatakan bahwa responden masih waras. Alhamdulillah. *ciumin satu-satu

Kriteria paling penting berikutnya adalah alim sebanyak 18%, wuidih. Ternyata, walaupun skripsi respondennya masih begajulan, hati mereka tetep beriman.

Kriteria selanjutnya adalah pekerja keras, tidak bisa dipungkiri bahwa ternyata responden memang suka yang keras-keras, terutama cewek.

Kriteria selanjutnya disusul dengan kriteria humoris sebesar 5%, ganteng sebesar 4% (ternyata kecil, gue merasa lega), kemudian pendiem dan pinter sebesar 1% (bukti bahwa ipeka 2 lebih baik!), dan terakhir adalah kaya dan gaul sebesar 0%.

Kriteria paling NGGAK penting menurut pemirsa,


Dari gambar di atas, diketahui kriteria-kriteria yang dianggap nggak penting bagi responden untuk dijadikan pasangan hidup.

Kriteria paling nggak penting dengan persentase tertinggi adalah pendiem sebesar 60%. Kriteria pendiem menjadi kriteria paling nggak penting, mungkin disebabkan karena kekhawatiran kalau kebanyakan diem artinya gampang cepirit.

Kriteria paling nggak penting untuk dijadikan pasangan hidup berikutnya adalah kaya sebesar 19%, hal ini mungkin disebabkan karena responden nggak suka sama orang kaya, tapi lebih suka sama orang yang kaya banget.

Kriteria selanjutnya adalah gaul sebesar 17%, hal ini mungkin disebabkan karena responden gak suka digauli.

Kriteria selanjutnya adalah ganteng sebesar 3%, peneliti pun sepakat bahwa kegantengan emang NGGAK penting banget.

Kriteria berikutnya adalah humoris 1%, kepribadian baik, alim, dan pekerja keras sebesar 0% yang mengartikan bahwa kriteria itu menjadi kriteria yang penting sebagai pertimbangan untuk pasangan hidup.

Kesimpulan
Manusia nggak ada yang sempurna, karena sempurna punya Andra and The Backbond.

Saran
Jika memilih seseorang untuk dijadikan pasangan hidup, maka ada setidaknya ada 4 perkara, yaitu rupa, harta, keluarga, dan agama. Pilihlah agamanya (kepribadian and akhlaknya), niscaya kamu akan beruntung.

Kira-kira begitu hasil risetnya,
Intinya, sebelum bilang cinta-cintaan, lulus dulu lah ... 

[end]
11 Mei 2014
Aku Mau Berubah

Aku Mau Berubah

"Sam, kenapa pembahasan kamu berubah-ubah?"
"Saya kan the agent of change, Pak."

Begitulah kelakuan gue kalo lagi males nanggepin ocehan pembimbing. Mereka itu selalu nanyain kenapa pembahasan berubah, padahal mereka sendiri yang suka minta pembahasan diubah. Apalagi kalo ketemu moment kayak gini,
"Minggu depan pembahasan kamu kayak gini ya?"
"Oke Pak."
*minggu depan*
"Kok pembahasan kamu jadi begini sih?! Siapa yang nyuruh?!"
"...", revisinya ditelen.
Lama-lama gue jadi prihatin, semoga kebiasaan dosen yang suka lupa sama bimbingannya tidak membuat mereka lupa sama anak mereka. Nggak kebayang kan kalo terjadi percakapan kayak gini,
"Papah.. aku pulang."
"Hah Papah?! Kamu siapa!?"
"Lah kamu siapa!?"
"Loh, bukannya ini rumah saya ya?"
"BUKAAAN!" -ternyata lupa rumah
Ngomong-ngomong tentang lupa, gue jadi mau ngebahas tentang perubahan nama username twitter gue, iya emang nggak nyambung.

Sebenernya username twitter @skripsit ada niat mau gue ubah setelah lulus kuliah beberapa tahun lalu, iya aku udah lulus, nggak percaya ya? Apa, NGGAK?! Oke, tapi kalo dosen killer itu termasuk death eater-nya Voldemort, percaya nggak? Kalo aku sih percaya, nggak tau kalo Mas Anang.

Tapi apa daya yah, gue harus membuat keputusan penting bahwa gue harus move on dari dunia kampus, untuk itu gue mengubah username twitter menjadi @maulasam. Lebih keren kan? Lebih keren donk please...

Selain itu, walau gue udah membuat klarifikasi bahwa gue bukan Alitt, masih ada aja yang suka nyangka kalo gue ini Alitt Susanto karena SKRIPSHIT-nya. Lama-lama gue jadi nggak enak sama Alitt -selama beberapa waktu ini, gue jadi takut, kalo nanti dia menuntut gue atas tuduhan.. gue yang lebih ganteng dari dia.

Eh tapi ya, gue tetep berterima kasih sama Alitt, karena dia yg salah satu menginspirasi gue untuk menulis dan terus belajar, "Thx ya Litt? Hope will meet ya dan sukses terus. Minta buku barunya donk."

Anyway, semoga temen-temen pembaca nggak kecewa atas keputusan ini. Gue akan berusaha tetap menulis dan tetap berbagi dengan teman-teman yang kesulitan dengan kuliah, skripsi, dan pasca kuliah, lewat cerita dan kehidupan gue di blog ini, insya Allah.
"Karena kesulitan akan menjadi cerita indah ketika kita melewatinya."
----
Add juga friend facebook gue di facebook.com/skripsit  :)