New Post

Rss

27 Maret 2013
no image

Pendamping Wisuda belum tentu jadi Pendamping Hidup

Setiap orang diciptakan Tuhan dengan kelebihan dan kekurangannya, misalnya gue yang punya kelebihan semester dan kekurangan IPK (emang ngenes). Derita kelebihan semester menjadi semakin ngenes ketika elo punya gebetan yang akhirnya lulus duluan (bunuh aja gue!).

Ya... gue punya gebetan yang akhirnya lulus duluan, dan denger-denger kabar, katanya dia lagi S2. Hmm... bukankah itu sebuah bencana sodara-sodara? *baigon mana baigon

----

Gue jadi keinget ketika dulu pernah nemenin gebetan gue wisudaan, dan perlu dipertegas, gue bukan nemenin dia sebagai pendamping wisuda, tapi sebagai juru kamera. Serius. #truestory *nelen kulit duren

Begitu menyedihkan memang, ketika orang yang kita cintai ternyata sudah bersama yang lain. Dan sialnya, gebetan kita nggak tau kalo kita suka sama dia, dan dengan semena-mena dia meminta kita sebagai juru kamera di acara wisudanya. *banting kamera

16 Maret 2013
no image

Kita Berbeda

Siapa penemu bola lampu yang pertama?

Pinter pinter, saya anggap anda tau siapa dia, anda betul jika menjawab bahwa penemu bola lampu pertama adalah Einstein. Anda memang hebat.

Lantas, siapa penemu bola lampu yang kedua?

Pasti hening, gak usah dicari di Google, karena emang gak akan ada.
Hmm... itulah kenapa, menjadi orang yang pertama akan selalu diingat sepanjang masa, dan itulah gak enaknya kalo kita jadi orang yang kedua, karena akan terlupa begitu saja, asik.
Anyway gue mau cerita sedikit tentang sesuatu hal yang gue juga gak tau harus dimulai dari mana,

Hmm... okelah...
Gue awali aja dengan kegaptekan gue yang baru mengenal dan efektif di dunia blog dan twitter di penghujung tahun 2011 -padahal blog udah ada sejak episode pertama Panji Millenium keluar dan twitter mulai heboh ketika SBY jadi presiden periode kedua.

Saat itu, di saat ketika gue berada dalam keadaan yang sangat galau parah dengan skripsi, dan mulai banyak temen-temen memberi rekomendasi ke gue,
“Sam, elo lagi galau skripsi ya? Kalo iya, buatlah twitter dan mengetweetlah... siapa tau stres elo bisa ilang.”
Gue pikir saran itu adalah saran yang nggak solutif karena gue lagi demen-demennya main fesbuk. Tapi setelah gue coba, eeeh malah keasikan. Sampe-sampe, kalo dulu gue suka galau karena gak dapet ide nyekripsi, sekarang gue jadi galau karena gak ada ide ngetweet.

----

11 Maret 2013
no image

7 Alasan Mahasiswa Telat Lulus

Melanglang buana ke sana ke mari mencari beberapa data, akhirnya gue menemukan fakta terhadap wabah 'telat lulus' yang melanda mahasiswa.

Ternyata 'telat lulus' itu punya beberapa pandangan di mata mahasiswa, bukan karena mereka gak mau atau gak mampu, tapi ada alasan lain selain itu. Itulah kenapa, persepsi gue yang awalnya mengira mahasiswa yang telat lulus adalah sebuah nasib, ternyata salah,
telat lulus itu bukan nasib, tapi pilihan, yakale.
Dalam perjalanannya mencari bukti-bukti empiris, gue melakukan wawancara ke beberapa responden mahasiswa yang udah terlalu tua di kampus dengan bertanya, "Kakak kapan lulus? Kok lulusnya lama? Emang kenapa?"

Perlu dicatat, mewawancarai mahasiswa yang udah terlalu lama di kampus itu ENGGAK GAMPANG, soalnya mereka termasuk ke dalam spesies manusia yang over sensitif, makanya setelah mewawancarai mereka, gue menderita luka bacok di sana-sini --"

Hmm.. luka ini gak seberapa kalo dibandingkan dengan data-data yang berharga. Penelitian itu emang seperti cinta, keduanya butuh perjuangan. *galau --"

Copyright © 2012 Sam & Catatan Akhir Kuliah-nya All Right Reserved